Jumat, 25 Mei 2012

BCA Blog Competition

Mengutip dari homepage BCA Blog Competition

"Berencana adalah bagian dari kehidupan siapa saja, tak terkecuali Anda. Dalam menjalani hidup, Anda tentunya memiliki kebutuhan, impian, keluarga, serta masa depan. Di sisi lain, Anda memiliki beban dan keterbatasan. Mau tidak mau, Anda harus pandai berencana untuk mewujudkan semua keinginan Anda." 

rencana hidup ya . .


*mikir sejenak*




Memang benar, semua itu butuh rencana. Semua dapat dimenangkan dengan rencana yang matang. Tidak hanya rencana, juga dibutuhkan effort dan pengorbanan yang ekstra besar didalam proses itu semua.

Ijinkan saya menceritakan sedikit kisah dari Minamoto no Yoshitsune, dimana ia adalah seorang samurai yang berasal dari klan Genji, yang dianggap berjasa besar dalam banyak pertempuran dikala itu.

Strategi berperang yang jitu dan kecerdasannya dalam Perang Genpei membuat nama Yoshitsune sering disebut-sebut dalam legenda maupun buku sejarah sebagai panglima yang mampu mengubah jalannya pertempuran. Dalam suatu kisahnya, dikisahkan dia memimpin pasukan, dimana jumlahnya adalah setengah dari jumlah pasukan musuh. Berbekal taktiknya yang cerdik, dan tepat, musuh dibuat lari pontang panting olehnya. Mentalnya sebagai panglima perang sudah tidak diragukan lagi oleh banyak pihak.


Apakah ini semua hanya berbekal keberanian semata? tentu tidak! Keberanian tanpa perencanaan dan strategi yang matang hanya berbuah kematian yang sia sia. Yoshitsune paham betul dengan ini. Dikala musuh sibuk mengumpulkan serta berbangga dengan kekuatan pasukannya yang besar, dia malah berpikir sebaliknya. Dia berpikir, bagaimana caranya dengan pasukan yang ada, dia bisa meraih kemenangan didalam peperangan. Dia membuat strategi berperang yang aneh, unpredictable, namun tepat sasaran! Berbekal dengan pemikiran cerdiknya, dia dapat memenangkan banyak pertempuran dengan rencana nya yang matang, dan juga ampuh ini.


Berdasar dari kisah tersebut, sudah pasti rencana adalah bagian yang essential didalam hidup. Suatu perencanaan yang baik akan berbuah pada hasil yang baik pula. Namun tidak semuanya ditentukan oleh rencana yang matang saja. Seperti yang saya katakan diatas, semua itu butuh usaha yang besar juga, didalam kita melakukannya. Rencana yang baik namun tidak dilakukan secara baik adalah percuma. Dan juga sebaliknya, rencana yang buruk, tapi dilakukan dengan usaha yang keras, atau boleh kita sebut, nekat, adalah hal yang tidak sepatutnya kita coba didalam hidup.

Hidup kok nekat. Nekat kok hidup 



Berbicara tentang keinginan, tentunya banyak sekali yang diinginkan oleh seorang manusia, atau bisa dikatakan, keinginan manusia itu tidak terbatas. Hal itu juga berlaku buat saya yang juga seorang manusia. Keinginan saya macam macam! Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu banyak sekali *loh, loh, malah nyanyi :D

Semua keinginan itu tentunya butuh rencana, baik itu rencana jangka pendek, ataupun rencana masa depan. Rencana jangka pendek, dengan kapasitas saya sebagai mahasiswa, adalah menyelesaikan tugas dari dosen pembimbing tugas akhir saya secepatnya. Ini termasuk rencana jangka pendek lho, karena bimbingannya nanti sore 


 



Oke, serius. *trus yang tadi gag serius apa? -_-


Rencana jangka pendek saya adalah lulus tepat waktu. Wisuda tinggal beberapa bulan, eh beberapa minggu lagi. Saya harus mempersiapkannya dengan sebaik mungkin. Termasuk dengan sesegera mungkin menyelesaikan tugas akhir ini.
Sedangkan untuk rencana jangka panjang nya, setelah wisuda, pertama saya berniat untuk menimba pengalaman, sembari bekerja. Kalaupun harus melanglang buana sekalipun, saya siap. Hal ini juga sudah disetujui oleh kedua orang tua. “Gapapa dik, wong kamu lho anak laki. Masih muda juga. Kerja dimanapun mama sama papa setuju.” kata beliau.

Saya akan bercerita tentang sedikit masa kecilku, dan juga mengenai keluarga. Judulnya kan berbagi cerita sama BCA kan? jadi gapapa dong, hehe.

Masa kecilku dipenuhi dengan frekuensi ke-nomaden-an yang tinggi. Saya hidup berpindah pindah, mengikuti pekerjaan ayah saya yang notabenenya adalah kontraktor proyek. Itu membuat saya memiliki berbagai macam pengalaman, dan teman teman baru. Hingga akhirnya saya  dan ibu saya terpaksa menetap di rumah kakek, di Madiun, dan membiarkan ayah saya sendiri yang bekerja berpindah pindah. Berat memang melepas ayah yang pergi bekerja sendirian, namun kondisi yang memaksa untuk seperti ini.

Ayah dan ibu saya adalah orang orang yang hebat. Mereka berdua berkomitmen kuat didalam diri mereka masing masing. Ibu saya tinggal dirumah, mengurus saya, adek adek saya dan segala urusan rumah, sedangkan ayah saya bekerja di luar pulau, mencari proyek’an baru. Sudah lama sekali beliau berada di luar jawa. Ada sekitar 9 atau 10 tahunan beliau bekerja. Lamanya waktu beliau bekerja ini berimbas pada kesehatannya yang sekarang mulai terganggu.

Beliau sekarang telah berhenti dari pekerjaannya. Pendapatan sehari hari sepenuhnya bergantung pada kios didepan rumah dan hasil sawah setiap panennya. Maka dari itu, saya bertekad untuk dapat lulus secepatnya, bekerja ditempat yang tepat, dan membantu adek adek saya sekolah hingga jenjang yang kalau perlu lebih tinggi dari saya.

Selain itu, beliau selalu berpesan untuk berhati hati dalam menjaga pola makan. Selalu kontrol makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari hari, karena itu akan berimbas dengan kesehatan ditubuh kita. Tidah hanya itu, perasaan perasaan yang tidak perlu seperti mudah marah, mudah cemas, dan lain lain harus kita jaga betul betul, karena hanya akan mempengaruhi kondisi psikis kita, yang ujung ujungnya juga akan berdampak pada kesehatan. Perlindungan jiwa dan kesehatan adalah investasi yang besar didalam hidup kita.
Satu yang saya untungkan. Beliau memiliki asuransi kesehatan. Jadi biaya biaya untuk pengobatan dapat sedikit tercover berkat bantuan dari pihak asuransi ini.
 
Perlindungan kesehatan ya? hmm . . .



Kemudian saya berinisiatif untuk mencari jenis jenis asuransi seperti perlindungan kesehatan dan semacamnya. Saya menemukan di salah satu halaman BCA , ternyata ada banyak sekali layanan perbankan, produk perbankan, serta solusi perbankan yang bisa kita dapatkan, seperti hunian ideal , kendaraan idaman , investasi masa depan , dan masih banyak lagi lainnya. Tentunya dengan kemudahan transaksi dan kebebasan finansial, seperti yang dijelaskan didalam web nya. Untuk selengkapnya bisa kita lihat deh di http://www.bca.co.id/
Jujur, selama ini saya kalo pake rekening hanya buat tarik uang dari atm doang. Ternyata banyak sekali fasilitas yang bisa ditawarkan dari sebuah bank kepada kita. 
Huff, oke, segitu aja hari ini . . capek nulis2nya . . *langsung nglirik jam diatas kpala*


 
Oh God, Why does time pass so quickly? 


*lemes, nyanyi2 GJ


===================
Surabaya, 25 Mei 2012
===================



Participant :
 

Kamis, 10 Mei 2012

Galau TA


" Akhirnya, kita tahu ya Ren, kenapa kok mas2nya dlu suka diem merenung sndirian. " kata seorang temenku disuatu sore didepan lab tugas akhir.

" Maksudny bro? " tanyaku.

" Yaa kayak gini. Skarang kita mengalaminy kan? kemana mana pasti mikirin TA. Dlu kita menganggap mas2ny sok cool, sombong, ato gmn, eeh, ternyata emang bener bgni ini rasanya klo pas TA. Bawaanny suka merenung, diem menerawang arti hidup "

" Bwahahaha, isok ae bro. Emang seh, tapi ya mau gimana lagi. Waktu menuntut kita untuk seperti sekarang. Masa2 seperti itu kan udah kita jalani juga, dan udah berakhir..." -sambil nglirik adek kelas bersenda gurau didepan kelas-

" Iya seh, haha " kata dia singkat

" Tinggal bentar lagi ya Ren " tambahny

" Iyo jeh " jawabku juga singkat


- - menerawang langit , hening  - -





Berbekal dari perbincangan itu, saya dilanda suatu perasaan melankolis hebat, yg mendekati parameter galau malam harinya

---------------*****---------------

Kuliah semester akhir udah gag terlalu padet seh, cuma sampe hari rabu. Itupun gag full. Sebenarnya, banyak hari untuk libur. Tapi ya itu tadi, pikiran tentang TA selalu menghantui, kemanapun saya melangkah.

G A L A U

Ngmong2 galau, saya masih ingat pernyataan dibawah :

" Galau itu merupakan wilayahnya orang muda. Sangat heran ada orang muda yang tidak galau. Yang tidak boleh dalam kegalauan itu adalah kegalauan yang berlanjut, karena itu bukan sifat asli hati . . . "

Begitulah, kira2 cuplikan dari omongan Bapak Mario Teguh yang kira2 masih saya ingat, dalam segmen Muda dan Galau beberapa waktu lalu.

Kemudian saya berpikir...

Sepertinya kalimat diatas [kurang] pas untuk mahasiswa yang sedang mengalami fase2 Tugas Akhir (TA) , seperti saya dan kerabat2 saya . . *sepertinya loh yaa . .

Pakdhe, saya juga gag mau kegalauan ini berlanjut. Saya juga pengen senang, bahagia, tentram, dan damai sejahtera. *kayak shaolin yg abis pulang meditasi dari aer terjun






Namun apa daya...hari demi hari berlalu, kegalauan ini semakin membuncah, meraung raung. Tiap kali progress TA => kelar => lega (bntr doang) habis itu galau lagi.

Gimana mau kayak shaolin tadi coba . .

---------------*****---------------

Terlepas dari itu semua, mengerjakan tugas akhir itu susah susah senep senang. *inget lho, susah nya 2 kali. Habis itu senep dlu baru senang.

Susahny gimana? belajar sendiri ilmu goib yang entah datengny darimana itu lho. Cari2 referensi di mbah google, bahasany kebanyakan kromo english. Bete abis dah . .

Nahh, pas proses inisialisasi dan pemahaman ilmu goib itu, pasti ada kondisi dimana saya mentok, kejedok tembok, senep.

Nah, di kondisi saya yg senep ini, datanglah secercah harapan. Entah itu dari ide pas saya merenung sndiri, merenung barengan, ato pas diem2an di kamar mandi *ngapaiin coba??

Proses selanjutny, konsultasi ke dosen pembimbing. Dan masalah yg saya hadapi tadi, rata2 kejawab pas konsultasi ini. Seneng (walo bentar), kemudian looping ke fase susah ato kalo engga senep lagi


huff, haahh . .


Tapi fase2 seperti ini yang rasanya bakalan saya kangenin besok. Ngelab malem2, progress bareng2, galau liat temen yg dah progress dluan, adem panas deadline, tugas dari pembimbing yang belum kelar, semua membaur, ngemix didalem fikiran yang akhirny berbuah pengalaman indah bersama . .

It sweet guys . .

Semoga kita semua diberikan yang terbaek oleh Allah SWT

Amin

===========================
Surabaya, di kamar kosan, pukul 21.36
===========================




Minggu, 04 Desember 2011

B-Cak 2009

Sesuai dengan judul, kali ini saya mau bercerita tentang keluarga saya .

Ya, keluarga, begitulah saya menganggap mereka, teman2ku satu kelas D3 Telkom B .

---------------*****---------------

Keluargaku satu ini keren, gokil, dan apa adanya. Mereka semua pengertian, walaupun tidak ada hubungan darah, sepertinya layaknya saudara sungguhan, namun mereka HEBAT .

Tiada hari tanpa mereka. Saat dikampus, mereka selalu ada sampai di penghujung hari. Saat liburan, merekapun tetap selalu ada, berkeliaran di jejaring sosial macam Facebook. Dan karena merekalah, saya selalu merasa 'ramai'

Kalo mau bercerita, sebenarnya tak ada habisnya menceritakan sodara2ku yg gokil ini. Mereka selalu lekat. Bahkan rasanya aneh jika sehari saja tidak bertemu dengan mereka. Bolehlah anda berkata saya aneh, atau lebay, tapi memang beginilah yang saya rasakan . . .

Ada aja yang menjadi topik pembicaraan kala dikampus atau di FB. Selalu ada tawa dan canda yang tersalip di tiap topik yang diangkat.

Mulai dari si Zaki, salah satu teman saya yang hobi 'menyesatkan' alur pembicaraan, membolak balikkan kata dan fakta. Unforgetable moment, nyolder dikosan dia kena semprot dari pak kostny gara2 anak2 keterlaluan rame nya :D )

Sigit, sang ahli counter pembicaraan (sulit menang debat kalo dengan anak satu ini :D ) . Dialah yang menjadi poros kegiatan. Ndak knek ndak wes :D . Salah satu jenis teman yang sangat2 bisa diandalkan.

Vano sang 'good listener' (bahkan kami sering curiga, apakah dengan semua ke-innocent-nya, dia mendengar apa yg kami bicarakan). Sang pencerah kalo kami semua diributkan dengan masalah 'siapa yang harus mengeluarkan motor' (roda 4 berbicara disini :3 )

Angga, sang skak mat (parah dah, ujung2nya pasti berkutat dengan filosofi nya "Yowes lho, aku yang ini, kamu yang ini" ) . Salah satu tipikal teman yang sangat saya suka. Bagaimana tidak, tiap senin pagi pasti bawa 'sesuatu' , entah itu jajanan, nasgor, atau apapun yg jadi pengganjal perut :D

Indra, rekan satu kota saya yang malah terdapat banyak perbedaan diantara kita. Salah satu dalam lingkaran setan antara saya sendiri - zaki - dan anak satu ini. Bener2 dah . . .

Irul, a.k.a choirul, a.k.a khoirul, a.k.a qoirul (tinggal milih, mau sesuai SIM, KTP, atau ijazah? , hehe) . Konon, karena tak mau ambil pusing, banyak dari kami memanggilnya iyunk, atau pak kom *kalo dari sisi cewek :D . Salah satu pemegang rekor anak dengan rumah terjauh. Namun dia selalu tidak mau ketinggalan acara. Walau acara kluar barengnya malem, tetep wae budaall *sangarr. Oh ya, irul juga yang pertama dari anak kelas yang nginep secara sparta dikostku. (3 hari 2 malam boo, tanpa mandi, dll gara2 penugasan mading awal2 maba dlu)

Advin, sang cyborg. Otot kawat, balung wesi. Anak dengan daya tahan luar biasa. Easy going dan [hampir] tahu segalanya. Punya rumah di daerah Klampis, pusat peradaban *begitu kami menyebutnya . .
Konon, semua available di Klampis . Mau apa? cetak foto? beli kertas warna buat buku KP? ngelas wajan? beli triplek?? kue ultah??? ada semuaa!!

Sirojuddin, alias Siro. Sang pemberi hadist, haha. Salah satu pemegang rekor dengan rumah paling jauh dari kampus. Pernah kami mencoba ke rumahnya, dan ternyata, memang JAUH ! sampe nyasar ke tempat yang nda2 :D

David, salah satu teman yang mengenalkan aku dengan Surabaya. Teman yang enak diajak keluar kemana mana *kalah dah guide2 resmi
Salah satu pensuplai terbesar barang2 dikosan, mulai dari selimut, pajangan, sarung bantal, jaket, dll. *kiro mbalik ndak yohh?? haha

Duo cong, yakni Abdi sama Fery. Dua anak mistis yang sering hanyut dalam dunianya sendiri. Namun mereka cukup enak diajak ngobrol, dan easy going pula. Diajak kemana mana ikut, dan no Ngenyang. Madura punya dengan segala keindahan pantainya . .

dari deretan temenku laki, ini yang paling spesial. ya, Aditya idola dimana mana. Mengapa saya katakan spesial?? karena dia mempunyai pendirian yang kokoh. Pendirian yang sangat sulit untuk ditembus, dengan cara apapun. Prinsip nya untuk tidak ikut jalan2 dengan anak2 sungguh membuat saya kagum, dan sekaligus bertanya tanya. Seolah olah, dia mempunyai dunia-nya sendiri (dimana benar2 sndri) , dengan sejuta kenikmatan didalamnya. Penggemar berat film dan masakan kantin ini memang jarang kelihatan keluar bareng kita, tapi yahh, dia tetap salah satu rekan yang asyik diajak bertukar pikiran.

---------------*****---------------

dan itulah sederetan saudara2 terbaikku. Belum semuanya seh, karena masih ada cewe2 dikelas yang belum aku masukin cerita, hehe *mungkin karena gag terlalu sering bareng ma mereka kali yakk . . tapi bisa deh, kapan2 :)

really guys, you all is the best

insya Allah bersambung . .

Sabtu, 03 Desember 2011

Berikan, dan Lupakan !

Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorang dokter. ''Istri saya sakit,'' terdengar suara minta pertolongan. ''Dia sangat membutuhkan dokter segera. Si dokter menjawab, ''Dapatkah bapak menjemput saya sekarang ? Mobil saya sedang masuk bengkel.'' Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. ''Apa ?!'' katanya dengan marah. ''Saya harus pergi menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?''

---------------*****---------------

Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Kita senantiasa meminta sesuatu kepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kita tak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa. Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Seperti halnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu sebelum meminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual, Anda pun harus memberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalan jasa Anda. Inilah konsep ''memberi sebelum meminta'' yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal ''memberi sebelum meminta'' adalah sebuah hukum alam. Kalau Anda ingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.

Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantui perasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang ''miskin'' dalam arti yang sesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia, energi itu tak akan hilang. Ia pasti kembali kepada Anda.



Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan perbuatan baiknya langsung dari orang yang ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Dengan melakukan hal itu, Anda justru membuat bantuan tersebut menjadi tak bernilai. Anda mempraktikkan manajemen ''Ada Udang Di Balik Batu.'' Anda tak ikhlas dan tak tulus. Ini pasti segera dapat dirasakan oleh orang yang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih menciptakan kepercayaan pemberian Anda malah akan menghasilkan kecurigaan.

Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti sang surya yang memberi tanpa mengharapkan imbalannya. Untuk itu tak cukup memberikan harta saja, Anda juga harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yang paling dalam. Jangan pernah memikirkan imbalannya. Anda hanya perlu percaya bahwa apapun yang Anda berikan suatu ketika pasti kembali kepada Anda. Ini merupakan suatu keniscayaan, suatu hukum alam yang sejati.

Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipe orang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalah orang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untuk orang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun-ia berada.

Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri, tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lain bahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsep mementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalu memberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain, banyak orang yang akan menghormati dan membantu Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnya sedang berbuat baik pada diri Anda sendiri.

Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk menolong anak-anak terlantar dan orang-orang miskin ? Ini pun sebenarnya adalah tindakan ''mementingkan diri sendiri dengan cara mementingkan orang lain.'' Anda mungkin tak setuju dan mengatakan, ''Bukankah saya tidak mendapatkan apa-apa. Saya kan bekerja dengan sukarela" .Memang benar, Anda tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapi apakah Anda sama sekali tidak mendapatkan apa-apa? Jangan salah, Anda tetap akan mendapatkan sesuatu yaitu kepuasan batin. Kepuasan batin inilah yang Anda cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan hal ini.

Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalah untuk kepentingan kita sendiri. Orang-orang yang egois sama sekali tak memahami hal ini. Mereka tak sadar bahwa mereka sedang merusak diri mereka sendiri.

Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa kesuksesan dan kebahagiaan baru dapat dicapai kalau kita membuat orang lain senang, menang, dan bahagia. Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmati kemenangan kita dalam jangka panjang. Inilah hukum Menang-Menang (win-win) yang berlaku dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja.


sumber : kaskus.us

Sabtu, 08 Oktober 2011

Filosofi Buku

Apakah sodara suka baca buku? saya suka .

Membaca adalah salah satu hobi saya. Tiap bulan pasti bedah celengan buat liat2 buku baru di toko buku. Yah, kalo ada uang cukup seh, haha =D

Pasti terbersit di benak anda, apa bagusnya seh suatu buku tebal tanpa gambar ditiap halamannya itu?

Sebuah buku tidak bisa menceritakan sendiri apa isinya, tetapi dia menunggu

menunggu seseorang untuk membukanya, dan membacanya.

Dengan membacanya, kita bisa memahami isinya, dan tau apakah buku itu bagus, sehingga layak untuk dibaca, atau malah biasa biasa saja.

Bila kita telah asyik dan terhanyut dalam alur ceritanya, kita bisa tersenyum, menangis, dan juga kesal, tergantung alur yang kita baca, kan?

Inilah yang membuat menarik. Dsinilah kita bebas mengatur imajinasi kita tentang cerita dalam sebuah buku tersebut. Bila kita perhatikan, filosofi buku ini mirip dengan apa yang terjadi di kehidupan bermasyarakat kita.

Maksudnya??

Well , Bila engkau ingin memahami seseorang, Bacalah dirinya! Bayangkan engkau menjadi dirinya, seperti kata Harper Lee dalam bukunya, To Kill a Mockingbird



"Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya...hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya."


Every person has their own world, right? Kadang diperlukan kedekatan yang intim agar seseorang tersebut bisa lebih terbuka, menceritakan dunia dari segi penglihatannya , lebih dari teman2 anda yang lainnya.

Saling memahami adalah kunci untuk menemukan sahabat-sahabat yang baik


Surabaya, 08 Oktober 2011
Jam 9:16 malem waktu laptop saya
Now playing : James Taylor, Our Town *OST Cars

Minggu, 02 Oktober 2011

Bapak Penjual Mainan

doh, lupa . . tadi ada satu tugas yang belum sempet ke print. Jadilah dengan bersungut sungut saya ambil kunci motor, keluar ke print2an di keputih untuk nge-print bagian yg lupa kuprint ini.

kelar ngeprint, kok kpengen minum yang dingin2. pas! didepan print2an ada indomaret. Parkir motor, langsung melengos masuk cari air dingin....

Ealah, gag ada dingin2nya, lha wong baru dimasukin gini aer nya. Yaudah, ganti aja ke teh kotak, nambah dikit seh, hehe

pas keluar, entah kenapa perhatianku tertuju pada bapak2, yang mulai terlihat tua, duduk jongkok di pinggiran indomaret. Beliau jualan mainan anak-anak. Bentuknya seperti kerang, ditempelkan pada sebilah bambu. Kemudian dua bilah bambu yang masing2 terdapat kerang diujungnya ini disatukan. Kemudian butuh sesuatu untuk membunyikan mainan yang kalo dibunyikan berbunyi "klotek klotek" ini.

terlihat jadul memang maenan seperti ini. Bahkan menurut pendapatku, mainan seperti ini juga kurang menarik minat anak2 jaman sekarang yang notabene-nya sudah berpegangan , yaah..minimal HP lah . .

sebenarnya sudah sangat lama, semenjak saya masuk kuliah tepatnya, bapak ini sudah jualan mainan disitu. Beliau jualan mulai dari pagi, sampai malam (berindikasi dari waktu saya beli teh kotak tadi, yakni jam stngah 11 malem) . Beliau duduk sambil menyandarkan mukanya di lutut, tidur . Sering beliau mendapat , yaah sekedar satu bungkus, atau 1 batang rokok dari orang yang parkir, atau sekedar lewat di depan indomaret ini. Bahkan tidak sedikit pembeli -yang sebenarnya tidak berniat membeli- untuk membeli mainan ini, kemudian meninggalkan uang kembalian -yang sebenarnya lebih dari harga mainannya- untuk si bapak ini.

Namun yang saya salutkan dari bapak ini, beliau tidak mau mengemis! ya mengemis, seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang yang merasa tidak punya apa2 untuk dijual. Lihat saja, begitu keluar dari indomaret, selalu saja ada yang 'mengantri' , meminta receh kembalian, atau apapun dari orang yang barusan keluar dari sini.

kalau saya amati, frekuensi orang yang memberi ke pengemis recehan, dengan bapak penjual mainan tadi, sangatlah jauh perbedaanya. Sedkit namun sering, si pengemis selalu saja dapat dari orang yang keluar-masuk indomaret. Berbeda dengan si bapak tadi, yang sampai tertidur lemas menanti orang yang beli dagangannya.

dalam hati, pelan2 hamba bersyukur, beristigfar, memohon ampun kepada Allah SWT, sekaligus berdoa ke bapak itu tadi.

semoga bapak dikasih sehat yah . .


Surabaya, 02 Oktober 2011 jam 10:48 malem



Alhamdulillah

Sabtu, 24 September 2011

Boomerang ! Set ! HUT HUT !

K L A N G ! *Bunyi koin jatoh, entah knapa milih ni ringtone wat nada SMS

tanda ada sms masuk. Kulirik jam di HP. 04.48 a.m

"Jare olahraga bareng, wes tangi durung?"

oh iya, baru inget ada janji olahraga pagi bareng ma temen.. Masukin bola ma boomerang ke tas. Cuci muka, trus capcus!

Eits, lupa . . sholat subuh. haha =D

Balik lagi ke kmar mandi, ambil wudhu, trus sholat . .

Ternyata tmen2 dah pada nungguin di pager depan kost. Ndak pake lama, BERANGKAT!

ITS sepi klo pagi . Apa karena mahasiswa nya pada balik tidur lagi ya klo sabtu-sabtu gini? *padahal yang nulis klo dah subuhan juga pergi meluk guling lagi :)

Sampe dah di taman alumni -begitu kami menyebutnya-
Parkir motor di masjid pusat, langsung dah lari2 bentar wat pemanasan. Kelar pemanasan, langsung tuh boomerang melesat dilangit pagi Surabaya. Awalnya temen pada sangsi klo tuh maenan bisa balik lagi kearah si pelempar. Penasaran, salah satu temen nyoba . . .



werrrr . .

boomerang melaju indah di tanah

hahaha, guobblll . . .

lha lempare salah, kayak ninja lagi salto sambil lempar shuriken. Kapan mau terbang?

Percobaan ke_entah keberapa . .

weerrr . . *dilempar sekuat tenaga

waw! Superb! Boomerang pun melesat dan berbalik! Berbalik indah menuju dahan pohon. Dan aksi "sawat menyawat" pun terjadi, kek orang maling mangga . .

Selaen maen boomerang, kita juga maen ginian neh



amefuto! american football! tapi gag pake gasak gasak'an kek di eyeshield21 . Cukup dilempar lempar aja . .

hehe

seru juga ternyta . . Bangun pagi2 trus olahraga GJ macem ginian . Bolehlah kapan2 dicoba lagi :)

Kegiatan pagi ini harus diakhiri karena selaen capek, ITS semakin rame dengan orang tua yang nganterin putra-putri nya wisuda .

-----------------------------------------------------------------------------

huff, wisuda ya

Setahun lagi . . .


Pah, Mah, doakan Dika ya



Surabaya, 24 September 2011
Depan laptop kamar kost jam 12:32 siang belom sholat dzuhur *astagfirullah!